Polisi Ungkap Kronologi Ricuh Di Madina, Perusuh Di Buru

Polisi Ungkap Kronologi Ricuh Di Madina, Perusuh Di Buru

Polisi Ungkap Kronologi Ricuh Di Madina, Perusuh Di Buru – Polisi mengungkap kronologi demonstrasi berujung ricuh di Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara. Menurut polisi kericuhan itu dipicu oleh kelompok perusuh Duitbet yang tiba-tiba melempari aparat dengan batu.

Demonstrasi di Desa Mompang Julu, Panyabungan Utara, itu awalnya dimulai sekitar pukul 10.00 WIB, Senin (29/6). Polisi menyebut massa yang ikut dalam demonstrasi itu terdiri dari orang dewasa hingga anak-anak.

Beritaidn – Warga yang ikut aksi itu disebut melakukan pemblokiran jalan. Polisi menyebut telah meminta warga agar membuka blokade karena merugikan banyak pihak.

“Kalau terdapat demo ya silahkan dengan syarat tidak memblokir jalan. Itu kami sampaikan kepada mereka. Kebetulan massa banyak dari kalangan anak-anak, kaum ibu dan orangtua yang tidak memungkinkan bagi kami untuk melakukan tindakan membubarkan aksi blokade jalan,” ujar Kapolres Madina, AKBP Horas Tua Silalahi, kepada wartawan, Rabu (1/7/2020).

Dia mengatakan warga tetap menuntut agar Kepala Desa Mompang Julu diberhentikan. Sebelum hal itu terwujud, warga disebut mengancam tetap melakukan blokade jalan.

Baca Juga:Terdapat 141 Pilot Palsu di Maskapai Nasional Pakistan

“Warga tidak ingin membuka blokade jalan sebelum tuntunan mereka kepada kepala desa untuk di berhentikan. Pemkab Madina melalui pak Sekda dan lainnya sudah meminta waktu selama 5 hari untuk memproses kepala desa, tapi massa tetap tidak menanggapinya dan mediasi menemui jalan buntu hingga sore,” ujarnya.

Sekitar pukul 17.10 WIB, kata Horas, tiba-tiba terjadi pelemparan batu ke arah petugas. Dia mengatakan lemparan batu itu bukan berasal dari kelompok warga yang telah menggelar demonstrasi sejak pagi.

“Kami melihat itu bukan bagian dari masyarakat yang unjuk rasa mulai pagi. Kami melihat ini kelompok perusuh, kemungkinan ada provokator, kami tidak mengenal mereka. Karena kami tidak ada bicara dengan kelompok perusuh itu. Selama demo berlangsung kami melakukan kordinasi intens dengan kordinator aksi (Awaluddin) dan tokoh masyarakat di situ,” ucapnya.

Akibat pelemparan itu, 6 orang personel kepolisian mengalami luka. Selain itu, mobil dinas Wakapolres Madina dibakar massa.
“Kami mengambil langkah untuk bertahan dan mengalah supaya masyarakat perusuh tidak memprovokasi terus. Kami mundur dan akhirnya kami tidak bisa mempertahankan mobil Wakapolres, mobil beliau dibakar massa,” ujar Horas.

Polisi pun memastikan kelompok perusuh tersebut sedang diburu. Penyelidikan masih terus dilakukan.

“Masih kita dalami dan ambil bukti-bukti yang akurat dari kejadian kemarin,” ujar Paur Subbag Humas Polres Madina, Bripka Yogi Yanto.

Sebelumnya, warga sempat menggelar unjuk rasa menuntut pertanggungjawaban Kepala Desa Mompang Julu, Hendri Hasibuan, terkait dana desa pada Senin (29/6). Unjuk rasa yang disertai blokade jalan tersebut berujung ricuh.

Hendri Hasibuan, kemudian menyampaikan pengunduran dirinya. Pengunduran diri ini disebut Hendri disampaikan demi keamanan di desa itu.

“Dengan ini menyampaikan mengundurkan diri sebagai Kepala Desa Mompang Julu demi keamanan dan kenyamanan desa Mompang Julu, Kecamatan Panyabungan Utara, Kab Mandailing Natal,” tulis Hendri dalam surat itu. Surat tersebut diteken oleh Hendri di atas meterai Rp 6.000.

Be the first to comment

Tinggalkan komentar